Selasa, 03 Mei 2011

MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK

Pengertian Talking Stick
Talking stick (tongkat bicara) adalah metode yang pada mulanya digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk megajak semua orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum (pertemuan antar suku).
Tongkat berbicara telah digunakan selama berabad-abad oleh suku-suku Indian sebagai alat menyimak secara adil dan tidak memihak. Tongkat berbicara sering digunakan kalangan dewan untuk memutuskan siapa yang mempunyai hak berbicara. Pada saat pimpinan rapat mulai berdiskusi dan membahas masalah, ia harus memegang tongkat. Tongkat akan pindah ke orang lain apabila ia ingin berbicara atau menanggapinya. Dengan cara ini tongkat berbicara akan berpindah dari satu orang ke orang lain jika orang tersebut ingin mengemukakan pendapatnya. Apabila semua mendapatkan giliran berbicara, tongkat itu lalu di kembalikan lagi ke ketua/pimpinan rapat. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa talking stick dipakai sebagai tanda seseorang mempunyai hak suara (berbicara) yang diberikan secara bergiliran/bergantian.
Talking stick termasuk salah satu model pembelajaran kooperaktif. Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya. Pembelajaran talking stick sangat cocok diterapkan bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK. Selain untuk melatih berbicara, pembelajaran ini akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat siswa aktif. Langkah – langkah penerapannya dapat dilakukan sebagai berikut.
Kelebihan :
·         Menguji kesiapan siswa.
·         Melatih membaca dan memahami dengan cepat.
·         Agar lebih giat dalam belajar.

Kekurangannya :
·         Membuat siswa senam jantung.

2.      Langkah – langkah
1)      Guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 cm.
2)      Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari,kemudian memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran.
3)      Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana.
4)      Setelah siswa selesai membaca materi  pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersilahkan siswa untuk menutup isi bacaan.
5)      Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
6)      Guru memberikan kesimpulan.
7)      Guru memberikan evaluasi/penilaian.
8)      Guru menutup pembelajaran.

Contoh RPP model pembelajaran ini :

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah            : ....
Mata Pelajaran          : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/Semester          : VI/2
Pertemuan Ke-           : 1
Alokasi Waktu           : 2 x 35 menit
Standar Kompetensi             : Memahami pentingnya penghematan energi

Kompetensi Dasar     : Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan berpartisipasi dalam penghematannya dalam kehidupan sehari-hari

Indikator                    : Memberikan alasan-alasan pentingnya menghemat energi karena sember energi di bumi jumlahnya terbatas

I. Tujuan Pembelajaran
      Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa mampu
      Memberikan alasan-alasan pentingnya menghemat energi karena sumber
      energi di bumi jumlahnya terbatas.

II. Materi Pembelajaran
      Penghematan energi

III. Metode Pembelajaran
      Informasi, pemberian tugas, dan tanya jawab.

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
a.      Kegiatan Awal
·         Memberi salam dan berdoa.
·         Memeriksa kehadiran siswa.
·         Menyampaikan materi pokok dan tujuan pembelajaran.


b.      Kegiatan Inti
·        Siswa diberikan kesempatan untuk membaca dan mempelajari materi pada buku paketnya
·        Siswa setelah selesai membaca buku, kemudian siswa diperintahkan untuk menutup bukunya.
·        Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa.
·         Kemudian guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
·      Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawabnya setiap pertanyaan dari guru.

c.       Kegiatan Akhir
·         Guru memberikan kesimpulan dari pembelajaran yang dilakukan.
·         Guru memberikan evaluasi atau penilaian.
·         Guru menutup pelajaran.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
        Buku paket IPA SAINS untuk Sekolah Dasar Kelas VI penerbit Erlangga halaman 137 - 150
        Alat-alat tulis
·         Tongkat ukuran 20 cm.

VI. Penilaian
Tes lisan :
·         Keaktifan dalam menjawab pertanyaan, sikap, dan tingkah laku.
·         Ketepatan jawaban.
·         Keseriusan dan konsentrasi dalam menyimak pertanyaan

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Archive

Entri Populer

 
Eva Wahyudi

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger