Selasa, 03 Mei 2011

MODEL PEMBELAJARAN DEBAT

1.      Pengertian Debat
1)   Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Secara formal, debat banyak dilakukan dalam institusi legislatif seperti parlemen, terutama di negara-negara yang menggunakan sistem oposisi. Dalam hal ini, debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri. (sumber: id.wikipedia.org).
2)   Debat adalah suatu diskusi antara dua orang atau lebih yang berbeda pandangan, dimana antara satu pihak dan pihak yang lain saling menyerang. (sumber : eduscpes.com)
3)   Debat terjadi di mana unsur emosi banyak berperan. Para peserta di sini lebih banyak hanya hendak mempertahankan pendapatnya dan hanya ada sedikit ruangan dalam batinnya, kalau ada, untuk mendengar dengan baik pendapat orang lain. Suasana menjadi ‘ramai’ dan sifat diskusi yang damai tidak terjadi. Masing-masing peserta hanya mau ‘mendengar’ pendapatnya sendiri-sendiri dan berkehendak agar supaya peserta lain menyetujui pendapatnya. Jadi ada unsur pemaksaan kehendak. (sumber : krishnamurti.or.id)
4)   Debat adalah aktivitas utama dari masyarakat yang demonstratic (sumber : pbs.org)
5)   Debat adalah sebuah kontes antara dua orang atau grup yang mempresentasikan tentang argument mereka dan berusaha untuk mengembangkan argument dari lawan mereka. (sumber: triviumpursuit.com)
2.      Langkah-langkah
1)      Langkah-langkah Model Debat
1.      Guru Membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainya kontra.
2.      Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas.
3.      Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggotanya. Kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibahas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
4.      Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi.
5.      Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap.
6.      Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.

2)      Langkah-langkah Pembelajaran Menggunakan Model Debat
Pembukaan
Guru menyampaikan apresepsi dan motivasi tentang materi pelajaran terdahulu yaitu keseimbangan ekosistem bagian Penebangan dan pembakaran hujan melalui tanya jawab. Kemudian guru memotivasi pentingnya materi yang akan dipelajari serta memberi contoh dalam kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan keseimbangan ekosistem.
Kegiatan Pokok
Guru menulis tujuan pembelajaran tentang ‘Ekosistem” kemudian menjelaskan bahan belajar tentang keseimbangan ekosistem. Guru memberi contoh beberapa tindakan yang merusak keseimbangan ekosistem dalam lingkungan, seperti kebakaran dan penggundulan hutan. Siswa membuat contoh lainnya.
Guru membuat sebuah pernyataan yang kontroversi terhadap materi yang telah disampaikan yaitu adanya “penggunaan pestisida pada tanaman”. Beberapa siswa diminta pendapatnya hingga teridentifikasi ada 2 pendapat, yaitu pendapat yang setuju dan tidak setuju dengan penggunaan pestisida pada tanaman. Kemudian guru membagi kelas menjadi 2 kelompok. Satu kelompok sebagai kelompok “PRO” atau pendukung pernyataan setuju, sementara satu kelompok yang lain adalah sebagai kelompok KONTRA atau kelompok yang menolak pernyataan tersebut atau tidak setuju.
 Guru memandu debat antara kelompok setuju dan tidak setuju digunakan pestisida dalam tanaman. Masing-masing kelompok memberikan alasan secara terbuka dan kelompok lain dapat membantah atau memberikan alan yang bertentangan. Hingga diperoleh kesimpulan bahwa penggunakan pestisida memang perlu tetapi jika berlebihan akan merugikan lingkungan.
Debat diakhiri dengan menunjukkan alasan dan pertimbangan masing-masing kelompok mengapa setuju dan tidak setuju terjhadap penggunaan pestisida pada tanaman. Guru memberi penguatan terhadap hasil debat yang berbesda tersebut.
Penutup
Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran. Kemudian guru menugaskan siswa menyelesaikan soal tes akhir. Guru menutup pelajaran dan menugaskan siswa mencatat tugas PR dari buku teks pelajaran IPA.
3. Contoh RPP untuk metode pembelajaran Debat
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah                        : SDN ……….
Kelas                           : VI
Mata Pelajaran             : Ilmu Pengetahuan Alam
Semester                      : I (satu)


                                Standar Kompetensi :  Memahami pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan  lingkungan.
                                       
                              Kompetensi Dasar      :  Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat merusak keseimbangan alam (ekosistem).

Indikator
1.      Menjelaskan berbagai kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi kestabilan ekosistem.
2.      Meramalkan akibat penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan melalui Debat dan pengamatan.

Alokasi Waktu           : 1 x 45 Jam (1x pertemuan)

A.      Tujuan Pembelajaran
1.    Siswa dapat menjelaskan kegiatan manusia yang dapat merusak kestabilan ekosistem.
  2.         Siswa dapat meramalkan akibat penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan.

B.       Materi Pokok / Materi Pembelajaran
Keseimbangan ekosistem

Penggunaan Pupuk dan pestisida secara berlebihan
Telah disadari bahwa pada umumnya pestisida merupakan bahan berbahaya yang dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Namun demikian, pestisida juga dapat memberikan manfaat, sehingga pestisida banyak digunakan dalam pembangunan di berbagai sektor, termasuk pertanian. Memperhatikan manfaat dan dampak negatifnya, maka pestisida harus dikelola dengan sebaik-baiknya sehingga dapat diperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan dampak negatif yang sekecil-kecilnya.
Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan menggunakan pestisida banyak dilakukan secara luas oleh masyarakat, karena pestisida mempunyai kelebihan dibandingkan dengan cara pengendalian yang lain, yaitu:
1.      dapat diaplikasikan secara mudah;
2.      dapat diaplikasikan hampir di setiap tempat dan waktu;
3.      hasilnya dapat dilihat dalam waktu singkat;
4.      dapat diaplikasikan dalam areal yang luas dalam waktu singkat; dan
5.      mudah diperoleh, dapat dijumpai di kios-kios pedesaan sampai pasar swalayan di kota besar.
Di samping memiliki kelebihan tersebut di atas, pestisida harus diwaspadai karena dapat memberikan dampak negatif, baik secara langsung maupun tidak langsung, antara lain:
1.      keracunan dan kematian pada manusia; ternak dan hewan piaraan; satwa liar; ikan dan biota air lainnya; biota tanah; tanaman; musuh alami OPT;
2.      terjadinya resistensi, resurjensi, dan perubahan status OPT;
3.      pencemaran lingkungan hidup;
4.      residu pestisida yang berdampak negatif terhadap konsumen; dan
5.      terhambatnya perdagangan hasil pertanian.
Di antara berbagai dampak negatif penggunaan pestisida tersebut di atas, masalah residu pestisida pada hasil pertanian dewasa ini mendapat perhatian yang makin serius bagi kepentingan nasional maupun internasional. Hal tersebut disebabkan oleh;
1.      makin meningkatnya kesadaran individu (konsumen) tentang pengaruh negatif residu pestisida pada hasil pertanian terhadap kesehatan manusia. Kesadaran ini telah muncul di negara-negara maju dan meluas ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Konsumen akan memilih hasil pertanian yang aman konsumsi (dalam hal ini yang bebas pestisida) atau kalau mengandung residu pestisida, maka kadarnya masih di bawah batas toleransi.
2.      makin ketatnya persyaratan keamanan pangan, yang berakibat pada meningkatnya tuntutan terhadap mutu pangan (kualitas produk).
3.      terjadinya hambatan perdagangan hasil pertanian terutama dalam ekspor.
4.      Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran -cide ("pembasmi"). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Pestisida biasanya, tapi tak selalu, beracun. dalam bahasa sehari-hari, pestisida seringkali disebut sebagai "racun".
Tergantung dari sasarannya, pestisida dapat berupa
·         insektisida (serangga)
·         fungisida (fungi/jamur)
·         rodentisida (hewan pengerat/Rodentia)
·         herbisida (gulma)
·         akarisida (tungau)
·         bakterisida (bakteri)

C.      Model dan Metode Pembelajaran
1.         Model Pembelajaran                         :  Debate
2.          Metode                                           : Inquiri, Diskusi, Ceramah.

D.      Langkah-Langkah Kegiatan
a.         Kegiatan Pendahuluan
1)      Motivasi
Peserta didik diminta mengingat-ingat kembali bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan.

2)      Pengetahuan prasyarat
Ajukan pertanyaan kegiatan-kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi keseimbangane kosistem.

b.    Kegiatan Inti
1)      Guru menulis tujuan pembelajaran tentang ‘Ekosistem” kemudian menjelaskan bahan belajar tentang keseimbangan ekosistem.
2)      Guru membuat sebuah pernyataan yang kontroversi terhadap materi yang telah disampaikan yaitu “penggunaan pestisida pada tanaman”.
3)      Beberapa siswa diminta pendapatnya hingga teridentifikasi ada 2 pendapat, yaitu pendapat yang setuju dan tidak setuju dengan penggunaan pestisida pada tanaman.
4)      Guru Membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainya kontra.
5)      Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas.
6)      Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggotanya. Kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibahas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
7)      Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi.
8)      Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap.
9)      Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.

c.       Kegiatan Penutup
1)      Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran
2)      Memberi penghargaan kepada peserta didik yang bersedia melakukan kegiatan belajar bersama-sama.
3)      Guru menugaskan siswa menyelesaikan soal tes akhir

E.     Sumber Belajar
1.     Buku IPA Saligtemas Kelas VI SD dan MI, Wigati Hadi Omegawati dkk.
2.     Gambar perkembangan janin

F.     Penilaian
1.     Teknik Penilaian
a.       Tes tertulis
b.      Tes lisan
c.       Tes unjuk kerja

2.     Bentuk Instrumen
a.       Lembar Kerja Siswa
b.      Uji petik kerja prosedur




Rubrik

N0
Aspek
Skor Maksimum
Skor Perolehan Peserta Didik
1
Kesantunan mengemukakan pendapat
2
2
Kelogisan memberikan  Alasan
2
3
Ketepatan Mengemukakan jawaban
2
4
Kekompakan Kelompok
2
5
Kinerja Kelompok
2
Jumlah Skor
10



                                                                                                 
Mengetahui,                                                        Banjarmasin, 5 April 2010
Kepala SD/MI                                                     Guru Mata Pelajaran


  
_______________                                                  _______________
NIP. ___________                                                 NIP. ___________




LEMBAR KERJA SISWA
  
Mata Pelajaran           : IPA
Kelas                          : VI
Semester                     : I
                        Kompetensi dasar    : Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat merusak keseimbangan alam (ekosistem)
                         Tujuan                    :
1.    Agar siswa dapat membedakan antara pestisida yang baik dan pestisida yang buruk untuk digunakan.
2.    Siswa dapat mengetahui bahaya menggunakan pestisida kimia.
3.    Siswa dapat mengetahui keuntungan menggunakan pestisida alami

Petunjuk :  

dari pertanyaan yang tersedia, diminta agar kalian berkerja sama dengan tim sebaik mungkin, karena tim kalian adalah tim yang terbaik, sampaikan semua pendapat dan pengetahuan yang kalian miliki dalam menjawab pertanyaan, tulislah semua pendapat yang didapat.dari masing-masing anggota. Semua jawaban yang diberikan berhubungan dengan pertanyaan yang akan kalian jawab. Kerja sama tim dalam mengerjakan pertanyaan akan sangat diperlukan disini, kalian bisa menambah nilai dengan kerja sama tim tersebut. Selain itu, saat berlangsungnya debat, anggota tim yang ikut partisipasi akan mendapatkan imbalan yang pantas akan kerja keras dan partisipasinya.

Pertanyaan :
1.      Diskusikanlah bersama sesama tim,  Tentang penggunaan Pestisida pada Tanaman. Menurut kalian apa kah pestisida baik untuk digunakan pada tanaman dan baik untuk tubuh kita, atau sebaliknya pestisida justru buruk untuk tubuh dan tanaman?
2.      Dibutuhkan sebanyak-banyaknya alasan yang kuat dari jawaban tim kalian, karena banyaknya suatu jawaban juga menjadi pertimbangan untuk penilaian dan pertahankan jawaban saat di forum debat.

=SELAMAT BERDISKUSI=


1 komentar:

sudhy pratama mengatakan...

kalau metode debat ada nggak ya ?

kalau model pembelajaran debat itu masuknya pembelajaran active learning kan ?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

♥Rumah Desa Koe♥ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review