Selasa, 03 Mei 2011

MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW (Model Tim Ahli)

(ARONSTON, BIANEY, STEPHEN, SIKES AND SNAPP, 1978)


              Teknik mengajar Jigsaw dikembangkan oleh Aronson Et Al,sebagai metode (cooperative learning, teknik ini bisa di gunakan dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan ataupun berbicara. Dalm teknik ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengatifkan skemata ini agar pelajaran menjadi lebih bermakana. Selain itu, siswa bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi
Jigsaw adalah tipe pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Elliot Aronson’s. Model pembelajaran ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada kelompoknya.

Sesuai dengan namanya, teknis penerapan tipe pembelajaran ini maju mundur seperti gergaji. Menurut Arends (1997), langkah-langkah penerapan model pembelajaran Jigsaw dalam IPA, yaitu:
1.      Membentuk kelompok heterogen yang beranggotakan 4 – 6 orang.
2.      Masing-masing kelompok mengirimkan satu orang wakil mereka untuk membahas topik, wakil ini disebut dengan kelompok ahli.
3.      Kelompok ahli berdiskusi untuk membahas topik yang diberikan dan saling membantu untuk menguasai topik tersebut.
4.      Setelah memahami materi, kelompok ahli menyebar dan kembali ke kelompok masing-masing, kemudian menjelaskan materi kepada rekan kelompoknya.
5.      Guru memberikan tes individual pada akhir pembelajaran tentang materi yang telah didiskusikan
Kunci pembelajaran ini adalah interpedensi setiap siswa terhadap anggota kelompok untuk memberikan informasi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan tes dengan baik.
Bila dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional, model pembelajaran Jigsaw memiliki beberapa kelebihan yaitu:
1.      Mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar,karena sudah ada kelompok ahli yang bertugas menjelaskan materi kepada rekan-rekannya.
2.      Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat.
3.      Metode pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat.

Dalam penerapannya sering dijumpai beberapa permasalahan yaitu :
1.      Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi, dan cenderung mengontrol jalannya diskusi. Untuk mengantisipasi masalah ini guru harus benar-benar memperhatikan jalannya diskusi. Guru harus menekankan agar para anggota kelompok menyimak terlebih dahulu penjelasan dari tenaga ahli. Kemudian baru mengajukan pertanyaan apabila tidak mengerti.
2.      Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berfpikir rendah akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagai tenaga ahli. Untuk mengantisipasi hal ini guru harus memilih tenaga ahli secara tepat, kemudian memonitor kinerja mereka dalam menjelaskan materi, agar materi dapat tersampaikan secara akurat.
3.      Siswa yang cerdas cenderung merasa bosan. Untuk mengantisipasi hal ini guru harus pandai menciptakan suasana kelas yang menggairahkan agar siswa yang cerdas tertantang untuk mengikuti jalannya diskusi.
4. Siswa yang tidak terbiasa berkompetisi akan kesulitan untuk mengikuti proses pembelajaran.
Manfaat model pembelajaran jigsaw :
1.      Dapat melatih dan meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain
2.      Meningkatkan keaktifan komunikasi guru dengan siswa dan siswa dengan rekannya.



Contoh RPP model pembelajaran ini :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran       :      Ilmu Pengetahuan  Alam  (IPA)
Kelas / Semester    :      VI (enam) / I
Pertemuan              :      1
Alokasi Waktu       :      2 x 35 menit
Hari / Tanggal        :      Senin, 4 Oktober 2010

Standart Kompetensi
1.      Memahami Pentingnya pelestarian jenis makhluk hidup untuk mencegah  kepunahan.
Kompetensi Dasar
1.      Mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan yang mendekati kepunahan.
2.      Mendeskripsikan pentingnya pelestarian jenis makhluk hidup dan cara pelestariannya.
Indikator
1.      Menyebutkan contoh hewan  langka yang mendekati kepunahan.
2.      Menyebutkan contoh tumbuhan  langka yang mendekati kepunahan.
3.      Menjelaskan pentingnya kelestarian makhluk hidup.
4.      Menyebutkan cara agar hewan dan tumbuhan tetap lestari.

I.                   Tujuan Pembelajaran.
1.      Dapat menyebutkan contoh hewan langka yang mendekati kepunahan.
2.      Dapat menyebutkan contoh tumbuhan langka yang mendekati kepunahan.
3.      Dapat menjelaskan pentingnya kelestarian makhluk hidup.
4.      Dapat menyebutkan cara agar hewan dan tumbuhan tetap lestari.

II.                Materi Ajar (materi pokok).
Dinosaurus hanya dapat kamu lihat gambar tiruannya di film, buku, dan beberapa museum saja. Hewan ini telah punah jutaan tahun yang lalu. Akan tetapi berbagai fosil dinosaurus  berhasil ditemukan orang.
·         Hewan langka.
Ø  Burung cendrawasih.
Ø  Burung jalak bali.
Ø  Badak bercula satu.
Ø  Harimau sumatra.
Ø  Komodo.
Ø  Panda.
Ø  Gorila.
Ø  Orang Utan.
·         Tumbuhan  langka.
Ø  Bunga bangkai raksasa.
Ø  Bunga raflesia.
Ø  Jamblang.
Ø  Kesemek.
Ø  Cendana.
·           Pentingnya pelestarian makhluk hidup.
Kehadiran hewan dan tumbuhan itu sesungguhnya dapat menjaga keseimbangan alam. Makhluk hidup membutuhkan makhluk hidup lainnya. Manusia dan hewan bergantung pada tumbuhan secara langsung maupun tidak langsung demikian pula, tumbuhan tumbuh makin subur jika mendapat zat hara atau pupuk alami. Zat hara ini dapat bertambah dengan adanya kotoran hewan.
·           Cara agar hewan dan tumbuhan tetap lestari.
Tindakan yang dilakukan manusia untuk menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan adalah dengan melindungi tempat hidupnya, mengembangbiakannya, dan melarang kepemilikan satwa yang dilindungi.



III.             Model dan Metode Pembelajaran.
Model pembelajaran    :           JIGSAW
Metode pembelajaran  :           Diskusi dan Evaluasi



IV.             Langkah – langkah Pembelajaran.
Tahap
Uraian Kegiatan Pembelajaran
Alat/Media Pembelajaran
Estimasi Waktu



Pendahuluan
Ø  Mengkondisikan  kelas.



GAMBAR HEWAN DAN TUMBUHAN



10 menit
Ø  Salam.
Ø  Mengabsen.
Ø  Apersepsi dengan mengaitkan   pelajaran yang lalu.
Ø  Menyampaikan tujuan pembelajaran.















Kegiatan inti
Ø  Guru membagi siswa menjadi 4 anggota tim.







LKS KELOMPOK







40 menit
Ø  Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda,dan harus menguasai  materi yang ditugaskan..
Tim 1  : Mendiskusikan apa saja hewan langka yang mendekati kepunahan.
Tim 2  : Mendiskusikan apa saja tumbuhan langka yang mendekati kepunahan.
Tim 3  : Mendiskusikan pentingnya melestarikan hewan dan tumbuhan.
Tim 4  : mendiskusikan cara hewan dan tumbuhan agar tetap lestari.
Ø  Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian materi yang ditugaskan yang sma bertemu yang dalam kelompok ahli untuk mendiskusikan materi mereka.
Ø  Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali kekelompok asal dan bergatian mengajarkan kepada teman 1 tim mereka tentang materi yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh.
Ø  Tiap tim ahli mempersentasikan hasil diskusinya kepada tim nya.
Ø  Guru memberikan penilaian terhadap presentasi masing – masing kelompok.
Kegiatan Penutup
Ø Guru menyimpulkan pelajaran.

LKS INDIVIDU

20 menit
Ø Mengadakan evaluasi.
Ø Mengadakan tindak lanjut.

V.                Alat dan Sumber Bahan.
Alat / media      :         Gambar – gambar hewan dan tumbuhan
Sumber              :         Buku IPA Kelas VI semester 1 Penerbit Erlangga.

VI.             Penilaian.
Jenis tes             :         Tes Tertulis.
Bentuk tes         :         Essai.

Butiran soal                 :           Terlampir
Kunci Jawaban            :           Terlampir




Bahan diskusi kelompok asal :
1.      Mendiskusikan apa saja hewan langka yang mendekati kepunahan (berasal darimana dan ciri khas dari hewan tersebut).
2.      Mendiskusikan apa saja tumbuhan yang mengalalami kepunahan(beserta ciri khususnya).
3.      Mendiskusikan pentingnya melestarikan makhluk hidup.
4.      Mendiskusikan cara hewan dan tumbuhan agar tetap lestari.




Hasil diskusi tim ahli 1 :
Hewan langka yang mendekati kepunahan :
a.       Burung cenderawasih ( hidup di Irian Jaya )
Karena bulunya sangat indah burung ini di sebut juga burung surga. Burung ini perlu di lindungi dari para pemburu yang ingin menangkapnya untuk dikoleksi atau di jual.
b.      Burung Jalak Bali ( hidup diBali )
Bulunya putih cantik dengen jambul dikepala yang cukup panjang, matanya dikelilingi kulit yang berwarna biru. Ada sebagian bulu di sayap dan ekor yang berwarna hitam.
c.       Badak bercula satu ( hidup diujung kulon )
Badak ini hanya mempunyai satu cula di atas hidungnya, cula adalah kumpulan rambut yang menyatu dan mengeras.
d.      Harimau Sumatra ( hidup dihutan Sumatra )
Harimau yang permukaan tubuhnya berwarna loreng.
e.       Komodo ( hidup diwilayah  Nusa Tenggara Timur )
Hewan ini merupakan karnivora. Akan tetapi, biasanya hewan ini akan segera lari menghindar jika ada manusia yang mendekatinya. Hanya jika merasa keselamatannya terancam, komodo mampu menyerang balik dengan ganas.
f.       Panda ( hidup didaratan Cina )
Rambut di bagian kaki, tangan, telinga, dan seputar mata berwarna hitam. Sementara sisanya berwarna putih. Makanan panda adalah batang bambu yang masih muda serta perkembangbiakan pada panda agak lambat.
g.      Gorilla ( hidup di Afrika )
Seluruh rambut di tubuhnya berwarna hitam legam. Hewan ini memiliki wajah yang agak menyeramkan. Gorila hidup berkelompok sebagai keluarga besar.
h.      Orang Utan ( hidup dihutan – hutan Sumatra )
Orang Utan sejenis kera berambut kemerahan. Wajahnya memelas dan dapat membuat iba orang melihatnya. Orang utan termasuk binatang menyendiri.
Hasil diskusi kelompok tim ahli 2 :
Berbagai tumbuahan langka yang mengalami kepunahan
a.       Bunga Bangkai Raksasa
Bunganya berwarna merah, mengeluarkan bau busuk ketika mekar. Bunga bangkai raksasa ini hidup di hutan-hutan pulau Sumatra.
b.      Bunga Raflesia
Berukuran raksasa dan berbau busuk pada umumnya berwarna merah dengan bintik-bintik putih di dinding bagian dalam bunga terdapat rambut-rambut halus yang disebut tramenta. Bunga raflesia dimanfaatkan sebagai bahan obat.
c.       Jamblang
Buahnya berkulit halus berwarna ungu kehitaman berbentuk lonjong dengan memanjang kira-kira satu ruas jari orang dewasa.
d.      Kesemek
Orang sering menyebutnya sebagai buah genit karna kulit buahnya tampak seperti memakai bedak. Bedak ini adalah kapur yang sengaja di beri oleh pedagang. Tujuannya untuk mengurangi rasa sepetnya. Bentuknya seperti apel.
e.       Cendana
Pohon berbatang kayu yang tingginya dapat mencapai 15 meter. Kulit batangnya besar dan berwarna coklat tua, kayunya putih kekuningan jika kering kayunya berbau harum. Cendana banyak tumbuh di hutan Sumba, Timor, Sulawesi dan Jawa Timur.



Hasil diskusi kelompaok 3 :
Pentingnya Melestarikan Hewan dan Tumbuhan
            Betapa pentingnya melestarikan hewan dan tumbuhan. Kehadiran hewan dan tumbuhan itu sesungguhnya dapat menjaga keseimbangan alam. Satu makhluk hidup membutuhkan makhluk hidup lainnya ( ingat rantai makanan). Manusia dan hewan bergantung pada tumbuhan secara langsung maupun tidak langsung. Demikian pula tumbuhan makin subur jika mendapat pupuk alami, pupuk alami dapat bertambah dengan adanya kotoran hewan.
            Manusia sangat membutuhkan tumbuhan sebagai sumber obat – obatan. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, para ahli semakin berhasil menemukan obat berbagai penyakit. Bahan pembuat obat itu banyak diambil dari sari tumbuhan. Alangkah menyedihkan bila kita suatu saat tidak memperoleh obat karena tumbuhan obat yang dibutuhkan sudah punah.



Hasil diskusi tim ahli 4
Cara hewan dan tumbuhan agar tetap lestari
1.      Melindungi tempat hidupnya dengan cara menjaga agar hewan dapat hidup bebas ditempat asalnya, misalnya dengan cara pemerintah menetapkan suatu daerah menjadi kawasan yang dilindungi berupa cagar alam dan suaka marga satwa. Selain itu untuk melayani masyarakat umum pemerintah membuat taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam.
2.      Mengembangbiakkan hewan dan tumbuhan secara buatan misalnya dibuat tempat penangkaran yaitu tempat khusus perkembangbiakan hewan
3.      Melarang kepemilikan satwa yang dilindungi.



TUGAS
1.      Sebutkan hewan langka yang mengalamin kepunahan?
2.      Sebutkan tumbuhan yang mengalami kepunahan ?
3.      Mengapa hewan dan tumbuhan perlu kita lestarikan ?
4.      Bagaimana cara kita menjaga hewan agar tidak mengalami kepunahan?
5.      Bagaimana cara kita menjaga tumbuhan agar tidak mengalami kepunahan?



JAWABAN :
1.      Hewan langka yang mendekati kepunahan :
a.       Burung cenderawasih ( hidup di Irian Jaya )
b.      Burung Jalak Bali ( hidup diBali )
c.       Badak bercula satu ( hidup diujung kulon )
d.      Harimau Sumatra ( hidup dihutan Sumatra )
e.       Komodo ( hidup diwilayah  Nusa Tenggara Timur )
f.       Panda ( hidup didaratan Cina )
g.      Gorilla ( hidup di Afrika )
h.      Orang Hutan ( hidup dihutan – hutan Sumatra ) 

2.      Berbagai tumbuahan langka yg mengalami kepunahan
a.       Bunga Bangkai Raksasa
b.      Bunga Raflesia
c.       Jamblang
d.      Kesemek
e.       Cendana

3.      Hewan dan tumbuhan perlu kita lestarikan karena untuk keseimbangan alam.

4.      Cara menjaga hewan agar tidak mengalami kepunahan
-          Mengembangbiakkan hewan
-          Melindungi tempat hidupnya
-          Melarang kepemilikan hewan yang dilindungi


5.      Cara menjaga tumbuhan agar tidak punah
-          Mengembangbiakan tumbuhan
-          Menjaga dan melestarikannya

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Archive

Entri Populer

 
Eva Wahyudi

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger