Selasa, 03 Mei 2011

MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI

Sanjaya (2006), dan Sumantri dan Permana (1998/1999) mengemukakan bahasa demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain ahli dalam topic bahasan yang harus didemonstrasikan. Metode ini biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau prosedur yang dilakukan, misalnya: proses mengerjakan sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, untuk mengetahui / melihat kebenaran sesuatu.

·        Kelebihan model demonstrasi:
1.     Pelajaran menjadi lebih jelas dan konkrit sehingga tidak terjadi verbalisme.
2.     Siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran yang didemonstrasikan.
3.     Proses pembelajaran menjadi lebih baik, sebab siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
4.     Siswa akan aktif mengamati dan tertarik untuk mencoba.

·        Kelemahan model demonstrasi:
1.     Tidak semua guru dapat melakukan demontrasi dengan baik.
2.     Terbatasnya sumber belajar, alat pelajaran, media pembelajaran, situasi yang sering tidak mudah diatur dan terbatasnya waktu.
3.     Demonstrasi memerlukan waktu yang lebih banyak dibandingkan ceramah dan Tanya jawab.
4.     Metode demonstrasi memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang.

·        Langkah-langkah model pembelajaran demonstrasi:
1.     Guru menyampaikan TPK.
2.     Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan.
3.     Siapkan bahan atau alat yang diperlukan.
4.     Menunjukkan salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai scenario yang telah disiapkan.
5.     Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisa.
6.     Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
7.     Guru membuat kesimpulan.

                 Materi pelajaran kelas V dan VI SD yang cocok disampaikan melalui model demonstrasi antara lain:
·        Kelas V
1.     Perubahan sifat benda.
          Materi ini cocok digunakan model demonstrasi karena berusaha menjelskan proses perubahan sifat benda yang akan lebih mudah dimengerti siswa melalui percobaan.

2.     Gaya, gerak, dan energi (gaya gravitasi, gerak, dan magnet).
          Siswa akan mudah memahami gaya gravitasi, gerak, dan magnet jika dipertunjukkan secara langsung.

3.  Cara kerja pesawat sederhana (misalnya bidang miring, pengungkit, dan katrol serta roda berporos).
          Model demonstrasi akan memudahkan siswa mengerti cara kerja model-model pesawat sederhana tersebut.

4.  Sifat-sifat cahaya.
          Dengan model demonstrasi siswa dapat membuktikan sifat-sifat cahaya melalui percobaan.

·        Kelas VI
1.  Perpindahan panas (konduksi, konveksi, dan radiasi).
          Perpindahan panas dapat dipertunjukkan langsung melalui berbagai percobaan sederhana, sehingga siswa dapat melihat langsung.

1.     Hubungan gaya dan gerak (model jungkat-jungkit, ketapel, traktor pegas).
          Model-model ini efektif disampaikan dengan model demonstrasi sehingga siswa dapat melihat langsung dan memahami hubungan gaya dan gerak.

2.     Gerhana bulan dan matahari.
          Siswa lebih mudah memahami adanya gerhana matahari dan bulan jika proses diperlihatkan secara langsung.


Contoh RPP model pembelajaran ini :
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
SD/ MI                 : .........
Mata Pelajaran        : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester      : V I / 2
Alokasi Waktu         :  2 x 40 menit


Standar Kompetensi : 9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dan tata surya.

Kompetensi Dasar :9.3 Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari

Indikator :
  1. Mendemonstrasikan terjadinya gerhana matahari.
  2. Menjelaskan penyebab terjadinya gerhana matahari.
  3. Menggambarkan sketsa peristiwa gerhana matahari.

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
  1. Mendemonstrasikan terjadinya gerhana matahari melalui peragaan sederhana dengan jelas.
  2. Menjelaskan posisi matahari,bulan dan bumi pada saat gerhana matahari melalui peragaan dengan benar.
  3. Menyimpulkan penyebab gerhana matahari berdasarkan pengamatan saat peragaan dengan benar.
  4. Menjelaskan terjadinya gerhana matahari total, sebagian dan cincin berdasarkan peragaan dengan benar.
  5. Siswa mampu menggambarkan sketsa peristiwa gerhana matahari pada kertas gambar A4 dengan baik dan benar.

B. Materi Pembelajaran
GERHANA MATAHARI

                  Bumi dan bulan melakukan gerakan rotasi dan revolusi. Akibatnya, posisi bulan dan bumi terhadapa matahari berubah-ubah. Pada saat tertentu, posisi bulan berada diantara bumi dan matahari. Hal ini mengakibatkan bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi. Sinar matahari yang menuju ke bumi terhalang oleh bulan. Padab saat itulah terjadinya gerhana matahari.
                  Gerhana matahari terjadi pada siang hari karena pada saat itu bagian bumi yang terkena sinar matahari terhalang oleh bulan. Gerhana matahari berlangsung sangat cepat, paling lama 7 menit. Hal ini karena bumi dan bulan melakukan gerakan revolusi dengan arah berlawanan. Bumi dan bulan berpapasan dalam waktu yang sangat singkat.
                  Gerhana matahari dapat terjadi sekali atau beberapa kali dalam setahun. Gerhana matahari ada tiga macam, yaitu:
a.    Gerhana matahari total.
            Gerhana ini terjadi pada permukaan bumi yang berada dalam umbra bulan. Pada bagian itu, sinar matahari tertutup sepenuhnya. Bagian bumi yang terkena gerhana ini menjadi gelap gulita.

b.    Gerhana matahari sebagian.
            Gerhana ini terjadi pada permukaan bumi yang berada dalam penumbra bulan. Sinar matahari tertutup sebagian.

c.    Gerhana matahari cincin.
            Gerhana ini terjadi jika bayangan bulan tidak cukup menutup sinar matahari. Matahari masih terlihat bersinar dari sekeliling bayangan bulan.

C. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3.   Demonstrasi

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.  Pendahuluan
- Apersepsi
a.    Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya tentang rotasi dan revolusi bumi serta rotasi dan revolusi bulan.
b.    Guru bertanya kepada siswa, “Apakah kalian pernah mendengar kata gerhana?”.
c.    Setelah itu guru menginformasikan bahwa pembelajaran hari ini adalah tentang gerhana matahari.
d.    Guru mengajukan pertanyaan lagi, “Bagaimana terjadinya gerhana matahari?”, pertanyaan ini ditulis di papan tulis.

b. Kegiatan Inti
1.    Guru menyajikan gambaran sekilas tentang gerhana dan gerhana matahari.
2.    Guru bersama siswa menyiapkan alat / bahan yang diperlukan untuk demonstrasi gerhana matahari, yaitu bola besar (model bumi), dan bola kecil (model bulan).
3.    Guru minta seorang siswa untuk memegang bola kecil dan seorang lagi mengarahkan senter ke bola tersebut.
4.    Guru mengatur kedudukan senter dan bola kecil sehingga dapat membentuk bayang-bayang pada dinding kelas.
5.    Guru meminta siswa lain untuk mengamati bayang-bayang pada dinding kelas.
6.    Guru meminta seorang siswa lagi mengarahkan bola besar (model bumi) secara perlahan-lahan masuk kedalam bayang-bayang bola kecil (model bulan).
7.    Guru mengajukan pertanyaan, “ Apa yang kamu amati pada permukaan bola besar dalam peragaan yang dilakukan?”.
8.    Guru menuliskan kemungkinan-kemungkinan jawaban siswa dipapan tulis.
9.    Guru mengarahkan siswa untuk memahami bahwa senter sebagai matahari, bola kecil sebagai bulan, dan bola besar sebagai bumi.
10. Guru meminta siswa yang lain mengulang demontrasi tersebut (langkah 3-6) sambil mendiskusikan jawaban siswa.
11. Guru mengajukan pertanyaan, “Apa yang terjadi pada permukaan bumi ketika posisi bulan berada diantara bumi dan matahari dalam satu garis lurus?”  Kemungkinan jawaban siswa: Pada permukaan bumi yang menghadap kebulan dan matahari tebentuk bayang-bayang bulan.
12. Dari jawaban tersebut guru menjelaskan bahwa permukaan bumi yang merangkap bayang-bayang bulan akan menjadi gelap, dan kejadian itulah yang disebut gerhana matahari.
13. Guru merapikan sketsa gerhana matahari di papan tulis
14. Guru membimbing siswa mengenai adanya istilah bayang-bayang yang terbentuk (umbra, penumbra) dengan mengaitkan percobaan menggunakan senter tadi.
15. Guru menjelaskan bahwa gerhana matahari ada 3 macam, yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari cicin.
16. Guru mengajukan pertanyaan, “Gerhana gerhana matahari terjadi pada siang hari atau malam hari?”
17. Setelah mendapat jawaban yang tepat dari siswa, bahwa gerhana matahari terjadi pada siang hari, guru mengajukan pertanyaan lagi, “Mengapa gerhana matahari terjadi pada siang hari?”
18. Guru membimbing jawaban siswa bahwa gerhana matahari terjadi karena saat itu bagian bumi yang terkena sinar matahari terhalang oleh bulan.
19. Guru mengimformasikan bahwa gerhana matahari berlangsung sangat cepat, paling lambat tujuh menit. Kemudian guru mengajukan pertanyaan, “Mengapa gerhana matahari berlangsung sangat cepat?”
20. Guru menampung jawaban siswa dan membimbing bahwa alasannya adalah karena bumi dan bulan melakukan getaran revolusi dengan arah  berlawanan. Bumi dan bula berpapasan dalam waktu yang sangat singkat.

c. Penutup
1.    Guru melakukan penilaian demonstrasi yang dilakukan pada hari ini.
2.    Kesimpulan.
         Guru menunjuk beberapa siswa untuk menyatakan kesimpulan pelajaran pada hari ini. Kemudian dari kesimpulan-kesimpulan siswa, guru membimbing melakukan kesimpulan  (secara umum / kelas) mengenai pelajaran pada hari ini, yaitu:
Gerhana diartikan sebagai peristiwa tertutupnya suatu benda langit oleh benda langit lainnya. Gerhana matahari terjadi jika posisi bulan berada diantara bumi dan matahari dalam satu garis lurus sehingga sinar matahari yang seharusnya sampai kebumi terhalang oleh bulan sehingga sebagian permukaan bumi menjadi gelap karena terkena bayang-bayang bulan.
Gerhana matahari ada 3 macam, yaitu gerhana matahari total, sebagian, dan cincin. Gerhana matahari terjadi pada siang hari dan berlangsung sangat cepat, paling lama 7 menit.
3.    Pemberian Tugas.

E. Sumber ,Alat, dan Media Pembelajaran
Sumber :
1. Buku IPA Kelas VI SD Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Alat Demonstrasi :
·         Bola kecil
·         Bola besar

Media Pembelajaran :
·         Gambar gerhana matahari

F. Penilaian
1.    Tes tertulis.
Tugas : membuat gambar posisi matahari , bumi dan bulan saat terjadi gerhana matahari disertai dengan penjelasan proses terjadinya pada kertas gambar ukuran A4.

Aspek yang dinilai :
1.    Ketepatan gambar.
2.    Ketepatan penjelasan proses gerhana matahari.
3.    Estetika gambar (bentuk,warna, kerapian,kebersihan).

2. Keaktifan selama proses pembelajaran.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Archive

Entri Populer

 
Eva Wahyudi

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger