Sabtu, 12 November 2011

Enam Pemicu Pernikahan Gagal

VIVAnews - Usai mengucap janji pernikahan, setiap pasangan tentu berniat menjaga hubungan harmonis selamanya. Namun seiring berjalannya waktu, mereka seringkali tanpa sadar menunjukkan sikap yang menggoyahkan pijakan bagi sebuah pernikahan yang stabil.
Ada enam hal yang menjadi penyebab utama gagalnya pernikahan, seperti dikutip dari Your Tango.
Terlalu bergantung pada pasanganBerharap pasangan dapat memenuhi segala kebutuhan dan keinginan Anda sangat sulit tercipta dalam kehidupan nyata. Mungkin, pada awalnya ia akan berusaha keras untuk menjadi yang paling sempurna dan memenuhi semua keinginan Anda.
Tetapi, satu kebutuhan tidak dapat dipenuhi hanya seorang diri. Untuk itu, hargai apa yang diberikan pasangan Anda dan cobalah membantunya bila dibutuhkan.
Hanya memikirikan diri sendiriSaat menikah, lupakan berpikir hanya tentang diri sendiri. Karena ikatan baru ini artinya menggabungkan dua kehidupan. Saling kompromi dan mengurangi egoisme antarpasangan adalah solusinya.
Menjadikan pasangan pusat kehidupanDalam kenyataan, pernikahan tak seperti film romantis yang hanya memikirkan kebahagiaan pasangan. Perkawinan memang sesuatu yang istimewa, tetapi jangan sampai melupakan hidup Anda dan menjadikan pasangan sebagai pusat kehidupan. Sembari saling belajar satu sama lain, berikan pasangan dan diri sendiri ruang untuk tumbuh.
Pikiran tentang kebahagiaan menjadi terpentingSetiap pasangan yang menikah mendambakan kebahagiaan. Namun, kebahagiaan bukanlah hal yang paling penting dalam pernikahan. Pakar perkawinan Dr Corey Allan menyatakan, yang paling penting dalam pernikahan adalah pelajaran untuk lebih baik. Dan, seringkali proses mencapai kebahagiaan kita harus mengalami sesuatu yang menyakitkan.
Membandingkan pernikahan dengan orang lainMembandingkan pernikahan yang sedang dijalani dengan orang lain cenderung berujung pada kegagalan. Menemukan sesuatu yang tidak dimiliki dalam hubungan dengan pasangan, bisa menimbulkan sakit hati dan ketidakpuasan. Akibatnya, bisa memicu keretakan hubungan.
Menganggap pernikahan hanya perasaan romantisGairah akan memudar seiring berjalannya waktu. Agar pernikahan tetap langgeng, Anda dan pasangan harus berkomitmen dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda.
Perasaan romantis dapat datang dan pergi, tetapi kebersamaan dan kasih sayang dapat terus dipupuk. Pasangan bisa berakting sebagai pelajar yang selalu belajar mengenai mitranya. Ini akan membuat pasangan tetap mempertahankan ketertarikan dan perasaan cinta.

• VIVAnews

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Entri Populer

 
Eva Wahyudi

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger