Minggu, 05 Juni 2011

APAKAH ANDA MUDAH DIPILIH?

Kita tidak mungkin menjadi pribadi yang bebas dan berbahagia jika identitas kita dipilihkan oleh orang lain, jika yang kita pelajari juga diharuskan oleh orang lain, jika pekerjaan kita juga hasil keputusan orang lain, dan bahkan dengan siapa kita menua sebagai pasangan hidup – juga dipaksakan kepada kita.

Kebahagiaan kita sangat bergantung pada kebebasan kita untuk menjadi sebaik-baiknya pribadi, yang melakukan yang kita cintai, yang hidup dengan dan untuk yang kita cintai, dan mengisi nama dan kehidupan kita dengan nilai yang membahagiakan sesama.

Itu sebabnya, secara alamiah kita memilihkan untuk diri kita sendiri hal-hal yang terbaik dalam kehidupan kita.
Tetapi, kita sering berlaku agak aneh.

  • Kita ingin menjadi orang kaya, tetapi belajar dan bekerja dengan cara yang menjadikan kita tidak pantas dibayar mahal.
  • Kita ingin menjadi pribadi yang disayangi, tetapi bergaul dan berkeluarga dengan sikap yang merayakan kesalahan orang lain, dan menolak melihat diri sendiri juga perlu memperbaiki diri.
  • Kita ingin menjadi pribadi yang berbahagia dan tidur dengan damai, tetapi getol mengisi pikiran dengan rencana-rencana pembalasan dan harapan-harapan agar orang lain kualat atas keburukan mereka kepada kita.
  • Kita ingin menjadi pribadi yang dipercayakan tugas-tugas besar dan penting, tetapi kurang amanah saat dipercayakan mengurus uang-uang kecil.
Esensinya, …

Kita sering menginginkan sesuatu yang besar, tetapi yang kita gagalkan sendiri dengan sikap yang mementingkan yang tidak penting.

Perhatikanlah, …

Jika kita sedang sedih, semua tak berharapan.
Jika kita sedang marah, semua tak bernilai.
Jika kita sedang cemburu, semua bisa dibuang

Itu sebabnya,

Sabar adalah separuh dari penolong kita. Dan separuh yang lain, adalah penyembahan kita kepada Tuhan.
Dan dua-duanya tak terpisah, utuh, saling menguatkan, dan saling membuktikan.

Maka, …
Janganlah kita menginginkan sesuatu, dengan sikap yang membatalkan pencapaiannya.


Perhatikanlah bagaimana kebetulan-kebetulan terjadi, saat hati Anda galau dan pilu menanti penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan Anda?

Apakah Anda memperhatikan bagaimana kebetulan-kebetulan itu menjawab pertanyaan hati Anda?

Tuhan meminta kita memperhatikan, karena Tuhan menjawab pertanyaan kita dengan tanda-tanda dalam keseharian kehidupan kita.

Tuhan meminta kita mendengarkan, karena Tuhan menitipkan suara-Nya dalam getaran suara manusia dan apa pun yang menjadi penghantar pengertian kepada kita.

Tuhan meminta kita berpikir, karena Tuhan ingin kita memilih yang baik, agar kita DIPILIH untuk yang baik-baik.
Kita adalah penyebab dari yang dihadiahkan kepada kita.
  • Apakah mungkin bagi murid dan mahasiswa yang menelantarkan pelajaran, akan dipilih menjadi pribadi terpelajar yang mudah rezekinya, yang tinggi pangkatnya, dan hebat kehidupannya?
  • Apakah mungkin bagi seorang profesional yang gemar menghindari pekerjaan, yang aktif malam hari, dan mengantuk selama jam-jam kerja – akan menjadi perwira-perwira tinggi bisnis yang dimuliakan dengan fasilitas dan power?
  • Apakah mungkin bagi seorang ibu, yang menomor-akhirkan perhatian kepada gizi, pola hidup, dan disiplin belajar anak-anaknya – akan menjadi ibu yang dihormati oleh anak-anak, suami, keluarga besar, dan para guru anak-anaknya.
  • Apakah mungkin bagi seorang ayah, yang mengambil jatah uang untuk buku dan kesehatan anaknya, untuk menyenangkan dirinya sendiri dengan hal-hal yang merusak kesehatan dan nama baiknya - akan menjadi ayah yang diteladani oleh anak-anaknya, yang dibanggakan oleh istrinya, yang disyukuri oleh orang tua dan mertua, yang dikagumi oleh yang lebih muda?
  • Apakah mungkin bagi pribadi dengan pilihan sikap dan perilaku yang tidak baik, akan menjadi pribadi pilihan?

Mungkin, … SANGAT mungkin !!!
JIKA dia MEMPERBARUI kualitas dari pilihan sikap dan tindakannya.

Hanya pribadi yang sedang menunda kemungkinannya sendiri, yang tidak bertahan dalam suasana yang mengasihinya dengan nasehat-nasehat yang membaikkannya.
Tetapi, kita adalah pribadi yang tegas memilih yang baik bagi kita.
Lebih baik merasa tidak enak sementara dalam mendengar nasehat yang membaikkan, daripada hidup lama dalam ketidak-enakan.
………..
Pilihlah sikap dan perilaku yang baik.
Marilah kita menjadi pribadi yang mudah dipilih untuk didudukkan di tempat-tempat yang tinggi, yang sejahtera, yang penuh kebahagiaan, dan yang bernilai bagi sesama.

Kalian sudah lihat orang-orang tua yang tadinya sangat terhormat dan kaya, sekarang menjadi pokok berita tidak baik?

Tidak ada pribadi muda yang cerdas dan tegas, yang ingin menjadikan masa tuanya sebagai contoh bahwa orang yang tadinya dimuliakan dengan kewenangan besar – tetapi memilih sikap dan perilaku yang tidak jujur, akan dicabut penghormatan atas mereka.

Kita tidak mungkin bebas dari keharusan untuk bertanggung-jawab atas kesalahan kita. Jika tidak segera, nanti, atau kapan pun – tetapi pasti.
Sehingga, ini kabar gembiranya …
Kita tidak mungkin tidak dikenali untuk kebaikan yang kita lakukan, … dan mudah-mudahan segera.

………..

Mario Teguh

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Archive

Entri Populer

 
Eva Wahyudi

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger