Selasa, 26 April 2011

JANGAN SALAH MEMILIH KOSMETIK!!! HATI _ HATI

Beberapa hari lalu saya melihat beruta di TV akibat salah menggunakan kosmetik. Bukan hanya wajah saja yang rusak namun juga dapat menyebabkan beberapa penyakit. Wah ternyata separah itu efek yang di berikan, saya pun pernah mencoba menggunakan kosmetik ( pembersih wajah ) namun baru beberapa hari saya memakai, muka saya langsung di tumbuhi jerawat. Yach walaupun tidak banyak tetap saja itu bukan hal yang biasa bagi saya, (^o^) bagi saya tumbuh satu jerawat di wajah merupakan bencana, walaupun saya jarang memakai kosmetik. Setelah mendapat beberapa jerawat di wajah, saya langsung menghentikan pemakaian pembersih muka tersebut. Itu merupakan pengalaman saya menggunakan kosmetik yang sepertinya bermasalah. Untung saya belum terlanjur dengan sengaja merusak wajah saya sendiri hihihihihiiii,,,, ya walaupun wajah saya tak cantik, tapi kalau saya memperparah dengan menggunakan kosmetik yang salahkan bisa berabe :P:P benar ngga...bukan wajah cantik dan putih yang di dapat namun malah wajah serem.... >,<
Ok sekarang kita ulas masalah kosmetik ini ampe abisssssss....di share dari beberapa sumber yang terdapat di Om google juga, yuksss mariiii....

Peraturan Menteri Kesehatan RI No.445/ MENKES/ PER/V/1998 Tentang Bahan, Zat Warna, Substratum, Zat Pengawet dan Tabir Surya pada Kosmetik dan Keputusan Kepala Badan POM No. HK.00.05.4.1745 tentang Kosmetik mengemukakan setidaknya ada 5 jenis bahan-bahan berbahaya yang tidak boleh terdapat di dalam kosmetika antara lain: Merkuri (Hg), kendati hanya dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke dalam darah, lalu memasuki sistem saraf tubuh menyebabkan gejala keracunan seperti gangguan sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), gangguan emosi. Hidroquinon, pada kosmetik penggunaannya hanya dapat dilakukan atas pengawasan dokter.

Senyawa yang merupakan obat keras ini mampu mengelupas kulit bagian luar dan menghambat pembentukan melanin yang membuat kulit tampak hitam. Namun, penggunaan lebih 2% dapat menyebabkan oochronosis (kulit berbintil seperti pasir dan berwarna coklat kebiruan yang menimbulkan sensasi gatal dan terbakar) terhadap orang berkulit gelap. Sedangkan bahan pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Merah K.3 (CI Pigment Red 53 : D&C Red No. 8 : 15585) merupakan zat warna sintetis yang pada umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Penggunaan zat warna ini dalam kosmetik dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan merupakan zat karsinogenik penyebab kerusakan pada hati. Asam retinoat bekerja mengelupas kulit dan dapat membuat kulit terasa seperti terbakar. Contoh zat berbahaya lain yang tak seharusnya terkandung dalam kosmetik adalah tretinoin dan diethylen Glycol (DEG).

Di samping mengetahui jenis-jenis bahan berbahaya dalam kosmetik, Anda juga memerlukan langkah efektif dalam memilihnya. Pertama, pilihlah produk yang terdaftar di pemerintah. Hal itu bisa dilihat dari tanda apakah produk tersebut sudah ada nomor kode dari Depkes. jika produk tersebut sudah terdaftar di Badan POM, maka kodenya adalah “CD” untuk kosmetik dalam negeri dan “CL” untuk kosmetik luar. Kedua, pilihlah produk yang diawasi tim medis/dokter. Ada banyak produk yang dalam pengolahannya di bawah pengawasan dokter ahli, termasuk produk-produk kosmetika buatan dalam negeri. Ketiga, gunakan produk kosmetika atas anjuran dokter, terutama dokter yang ahli dalam kulit dan kosmetika. Untuk mengobati kecemasan Anda bawalah kosmetika itu ke apoteker atau dokter kulit, tanyakan apakah produk tersebut aman untuk jenis kulit Anda. Tidak ada salahnya jika sesekali Anda mendatangi LP POM untuk menanyakan produk mana yang sudah aman dan mana yang tidak.

Wah ternyata kosmetik yang menggunakan pewarna juga dilarang oleh pemerintah. Ahaaaahaaa bukan hanya makanan yang menggunakan pewarna ya, (^o^).

Hasil uji kosmetik tahun 2010 oleh Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan ditemukan 10,46 persen produk kosmetik tak memenuhi syarat karena mengandung pewarna yang dilarang.
Dari 478 sample produk kosmetik yang diuji, kategori lipstik dan krim pemulih yang paling banyak mengandung pewarna yang sangat tidak dianjurkan itu.

Untuk menghindari dari hal yang tidak di inginkan, maka berikut aku bagikan cara atau tips membeli dan memilih kosmetik:



Baca Komposisi Kosmetik
Kosmetik yang akan kita beli, harus kita tahu dulu apa komposisi dari kosmetik tersebut. Apakah cocok dengan kulit wajah kita atau tidak. Sebab kalau bahan kosmetik yang kita gunakan tidak sesuai dengan kulit kita maka kosmetik tersebut akan merusak kulit wajahkita.

Bebas Alkohol
Dalam dunia kosmetik, kata alkohol merefer pada ethyl alkohol. Artinya walaupun di kemasannya tertulis bebas alkohol, tapi bisa saja mengandung alkohol jenis lain seperti: cetyl, stearyl, cetearyl atau lonalin alkohol. Sebab efek dari bahan-bahan ini terhadap kulit, berbeda dengan etyhil alkohol. Dan sekarang memang isopropyl alcohol yang sering membuat kulit kering, jarang dipakai dalam produk kosmetik.

Not Tasted on Animals
Meski peringatan ini menyiratkan bahwa produk ini tidak di uji cobakan pada hewan, tapi bisa saja beberapa kandungan yang lainnya di uji cobakan pada hewan. Jadi carilah kata “no new testing” atau juga “not currently tested”.

Hypoallergenic Cosmetic
Ini artinya kosmetic tersebut tidak menyebabkan alergi atau efek sampaing. Tapi walaupun demikian belum ada prosedur standard  yang di pakai untuk memastikan bahwa suatu produk kosmetik tidak tidak menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif.


Nah setelah tau beberapa cara aman untuk menggunakan kosmetik, mungkin kita bisa memilih mana yang sesuai dengan wajah kita. Karena jenis wajah kita juga tidak sama maka pilihlah kosmetik yang sesuai dengan wajah kita. 





Sumber : 

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Archive

Entri Populer

 
Eva Wahyudi

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger